December 20, 2011

Memories Of Love 5 (Fiction Version)

Rasa bahagia menyelimuti hati Clara hari itu. Ia mengambil pena berwarna merah miliknya, dan membuat gambar kecil berbentuk hati di tengah-tengah tanggal bertuliskan angka dua puluh lima. Tepat pada tanggal dua puluh lima bulan ini, Cleo meminta Clara untuk menjadi kekasihnya. Clara bahagia karena tidak terasa sudah dua tahun ia menghadapi rintangan bersama dengan Cleo. Clara tau, secuek apapun Cleo padanya, Cleo tetap menyayanginya. Dua tahun itu tidak terasa bagi Clara. Sudah dua tahun ia menghabiskan hampir seluruh kehidupannya dengan Cleo. Kebersamaan mereka, kedekatan mereka, sampai terkadang masalah keuangan tidak lagi di hiraukan keduanya. Bagi Clara dan Cleo, kebersamaan saat makan, atau saat keduanya tidak berkuliah, harus di lalui bersama.

Ketergantungan kah Clara pada Cleo? Atau sebaliknya? Pernah beberapa kali Clara harus menghabiskan makan siangnya sendirian karena Cleo pergi dan tidak bisa menemani Clara. Seperti ada yang kurang saat Cleo tidak bisa menemani Clara, padahal toh mereka akan bertemu lagi. Begitu juga yang di rasakan Cleo saat Clara tidak bisa menemaninya. Clara sendiri tidak tau bagaimana bila suatu saat mereka tidak lagi bersama. Bayangan itu cepat-cepat di tepis olehnya.
Saat ini hanya kebahagiaan yang ingin di rasakan Clara. Baginya, kebersamaan dengan Cleo akan selalu menjadi waktu dan moment yang paling special dalam hidupnya. Tanpa di sadari mungkin Clara sendiri sudah meletakkan seluruh hatinya kepada Cleo. Hanya kepadanya. Clara tidak menyukai laki-laki yang terlalu perhatian kepadanya, itu hanya akan menjadi suatu kekangan bagi Clara. Ia sangat menyukai laki-laki cuek yang bisa memberikan perhatiannya di saat-saat yang tidak terduga, dan itu ia temui hanya dalam diri Cleo.

Clara berharap, semoga semua berjalan indah dan terus bertambah indah. Tidak ada yang berubah sampai kapanpun. Setiap hal yang sudah dilalui akan menjadi kenangan berharga untuk dirinya dan ia yakin, Cleo akan merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Clara saat ini.

Dear Cleo,
Terima kasih telah menjadi pendampingku selama dua tahun kita bersama. Tidak ada yang bisa di ucapkan selain kata bahagia yang ku temukan di setiap sudut waktu yang kita lewati bersama. Jangan sampai hal lain membuat semua keindahan ini berubah. Setiap sedih dan bahagia ku akan ku bagikan kepadamu dan kamu juga harus melakukan hal yang sama untuk ku. Berbagi dan kepercayaan adalah kunci dari cinta yang telah kita pupuk selama ini, dan ingat, jangan pernah berubah sampai apapun. Happy Anniversary sayang. Akan ku buatkan kue coklat kesukaanmu sepulang nanti.
Surat cintaku kepadamu, Clara

Time Heals Everyhing, is it?

Membayangkan setiap orang keluar masuk membaca tulisanku, rasanya aku hampir gila menanggapi semua pertanyaan yang di ajukan. Aku yakin, setiap pertanyaan akan mengarah kepada hal yang sama seperti, “Kamu masih memikirkannya?”, “Kamu masih kecewa terhadapnya?” dan sebagainya.

Kecewa? Aku bukan orang yang mudah untuk menghilangkan rasa kecewa karena di hianati. Jawabannya? Kekecewaan itu pasti masih ada sampai sekarang. Aku bukan tipe orang yang menganggap hal itu berlalu lama, lalu aku bisa berhenti memikirkannya. Beda dengan masalah yang aku hadapi dengan orang-orang lain yang dulu sempat dekat denganku, lalu kami berjauhan. Aku tidak merasa di hianati apalagi di sakiti. Sekarang malah aku menganggap itu kesalahan bodoh yang pernah aku lakukan saat aku memutuskan untuk menjauh dari mereka.

Baca saja. Nikmati setiap kata yang pernah aku tuliskan di dalamnya. Aku tidak akan memikirkan apa yang terjadi di masa lalu lagi, aku tidak berniat untuk melakukannya. Tapi rasa sedih itu pasti ada. Tidak akan ada yang benar-benar merasakan karena aku korbannya. Nikmati setiap ucapan yang pernah singgah di mulut kalian yang berhasil aku tangkap dan aku abadikan dalam bentuk tulisan. Tidak semuanya kenyataan, sebagian hanya merupakan karangan. Terkadang saat membaca juga kita perlu memerhatikan judul yang di berikan, karena kebanyakan judul terikat kuat dengan isi di dalam cerita yang dibuat. Dan yang perlu di ketahui, aku tidak lagi mendendam kepada semua pihak yang pernah terkait di dalamnya.

December 17, 2011

Happy Birthday

Bertambahnya umur membuat seseorang pasti merasa senang dan bahagia. Anak-anak kecil yang bertambah umur satu menjadi dua, dua menjadi tiga, seakan-akan merasa bahwa inilah kehidupan yang sebenarnya. Dimana setiap mimpi dan harapan akan menjadi sebuah kenyataan. Dimana setiap cita-cita dan keinginan akan semakin terwujud dengan adanya perubahan waktu dan tahun. Cinta anak kecil berumur tiga tahun kepada orangtua akan berubah menjadi cinta kepada teman. Cinta anak berumur enam tahun akan berubah menjadi cinta kepada sahabat kecil mereka. Cinta anak umur belasan tahun akan berubah menjadi cinta monyet. Cinta monyet lalu beranjak menjadi cinta yang yang menggebu-gebu yang ingin dirasakan oleh anak berumur tujuh belas tahun ke atas. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang akan di hadapi sepasang pria dan wanita yang ingin merajut cintanya menjadi sebuah cinta yang tidak pernah mati di telan waktu lewat jenjang pernikahan.

Saat ini, tahun ini ... aku berada di tahun-tahun dimana aku ingin merasakan cinta yang menggebu-gebu yang dapat menjadi topik pembicaraan hangat saat kita membicarakannya kepada teman-teman kita. Cinta yang terkadang tidak berjalan dengan mulus dan bahkan hancur berantakan. Cinta yang harus di telan sendiri karena pasangan yang di impikan telah menjadi pasangan orang lain. Cinta yang di anggap sejati tetapi malah mati di tengah jalan. Di umur ini, kita menjadi seorang labil yang selalu mencari. Mencari dimana pasangan hati yang sebenarnya yang akan menjadi pasangan kita sampai mati. Pada tahap ini adalah tahap dimana kita harus benar-benar memilih dan memutuskan pasangan terbaik kita karena jenjang ini adalah jenjang terakhir sebelum kita hidup selama-lamanya dengan cinta mati kita.

Selamat ulang tahun teman. Hadapi semua rintangan yang membentang di depanmu dengan satu motivasi baru. Beranggaplah bahwa rintangan di depan merupakan alat untuk mencapai cita-citamu. Raihlah mimpimu dengan segenap hatimu dan jalani hari-harimu dengan senyum yang membahagiakan semua orang yang ingin melihat kebahagianmu. Semoga hari-hari yang kamu jalani selalu menjadi hari bahagia untukmu, aku berdoa untukmu.

December 3, 2011

The Reality

Aku menuliskan hampir seluruh kenyataan yang terjadi dalam hidupku. Kejadian menarik sampai yang paling menyedihkan, ku bagikan dalam tulisan yang membentuk sebuah kenangan pada akhirnya. Dengan seluruh kenyataan yang ada, dengan seluruh kemampuan yang di miliki, aku akhirnya berdiri dan berusaha untuk tidak lagi melihat ke belakang. Di lupakan? Tidak. Bukan. Hanya berusaha untuk tidak mengingat. Tetapi yang di herankan adalah, setiap aku tidak lagi memikirkan masa lalu, setidaknya lupa sesaat akan masa lalu itu, mereka tiba-tiba datang dan muncul di alam bawah sadar ku. Mereka seakan tau kalau mereka terlupakan. Ingatan itu lantas tidak pernah hilang. Muncul kembali dan keesokan paginya, setelah aku benar-benar terbangun dari tidurku, aku lalu mulai memikirkannya lagi. Selalu seperti itu. Lalu harus bagaimana aku ini? Melupakan? Jelas tidak mungkin. Di Ingat? Aku bisa gila kalau terus-terusan memacu otakku melihat masa lalu yang lebih banyak screen menyedihkan nya, di bandingkan bahagianya. Walau rasanya sudah berabad-abad rasa sakit dan sedih itu terjadi, tetap saja setiap kali mengingatnya, rasanya hati ini ingin meledak karena sakit itu... masih terasa.
Menjaga hubungan baik berhasil aku lakukan. Tetapi bukan berarti kami menjadi teman dekat satu sama lain. Hanya beranggapan bahwa, sesuatu “yang dulu” pernah terjadi itu “tidak pernah” terjadi sebelumnya. Seperti teman biasa. Benarkah seperti tu? Apa seharusnya kami saling bermusuhan dan tidak tegur sapa satu sama lain? Karena toh dua-duanya akan sama-sama menyakitkan.
Sudah lama pula tulisan ini aku abaikan. Berusaha memikirkan apa yang akan di lanjutkan dalam tulisan ini. Tidak pernah menemukan jalan terbaik. Ya memang seharusnya seperti ini. Kami bisa berbicara kapan saja seperti tidak terjadi apa-apa, aku sesekali memikirkan hal dulu dan saat alam bawah sadarku kembali mengingatkan ku pada kenyataan pahit, ya sebaiknya seperti ini saja, tidak berusaha melupakan dan yang terpenting tidak terjebak dalam memory lama yang menyebabkan kesedihan itu berlarut. Mencoba tidak mengingat dan memikirkan nya. Hanya seperti itu kan?

November 29, 2011

Catatan Usang (2)

Tersenyum sendiri membayangkan hal-hal lalu yang pernah terjadi. Keinginan untuk membalikkan waktu dan menghentikannya untuk sejenak agar aku mampu mengenang hal-hal yang aku rindukan. Indah tapi pasti ada yang menyakitkan. Tidak. Sampai kapanpun, bagaimanapun... Itu tidak akan pernah berubah. Sakit yang pernah di rasakan, indahnya saat kita akhirnya bisa memaafkan, cinta yang pernah di berikan.. semuanya tidak akan mampu hilang begitu saja. Hanya saja.. suatu saat nanti saat aku kembali membayangkannya, hal-hal tersebut tidak akan lagi memberikan efek besar dalam hidupku.. hal itu hanya akan menjadi kenangan yang pernah singgah dalam hidupku.

***

Diam-diam sekarang aku sering menatapnya. Rasanya ada sesuatu yang berbeda yang tidak pernah ku temui sebelumnya. Aku mengenalnya sudah lama. Tapi hanya sekedar mengenal. Tidak bisa di katakan dekat karena ada jarak yang memisahkan kami. Aku takut. Aku tidak mau jatuh hati padanya. Tidak boleh di saat ia masih memiliki seseorang. Dan aku hanya akan mengganggu hubungannya.

***

Ingin berlaku biasa saja tetapi kadang hati dan pikiran tidak bisa berlaku seperti yang kita inginkan. Aku kecewa. Kecewa pada diriku sendiri, karena hanya dalam beberapa hari saja, aku mampu jatuh hati padanya. Begitu gampangnya kah diriku untuk jatuh hati kepada orang lain? Atau karena begitu sensitifnya kah diriku, sampai-sampai kedekatanku dengan seseorang malah ku salah artikan?

***

Aku menemukan sosok baru tempat aku kini bersinggah. Tempat kapalku akhirnya bersandar, berhenti dan berlabuh di satu pesisir pantai yang walaupun masih terlihat baru, namun menyegarkan hati.
Aku berharap, untuk waktu yang lama, aku bisa melabuhkan kapalku di sana, merasakan keindahan dan cintamu, seperti aku yang mulai mencintaimu.
Terima kasih karena telah memberiku tempat di hatimu. Menggeser isi yang pernah ada. Melepas kapal yang pernah bersinggah di hatimu dulu, dan mengisinya dengan kapalku yang rapuh, yang aku yakini, aku akan merasa nyaman di dalamnya.

***

Catatan Usang (1)

Merindukannya, bagiku seperti hal yang tidak lazim untuk di rasakan. Menahan perasaan untuk tidak menginginkannya, bukanlah hal yang mudah. Di saat aku bisa menatapnya, dia seolah berada sangat jauh dari pandanganku. Di kala aku merasa bisa menggapainya, dia malah tidak dapat ku capai.
Dia begitu dekat.. dia tidak pernah lepas dari mata dan hatiku, tetapi kenapa sulit sekali berada di dekatnya? Seperti dua magnet yang sama kutub. Yang kalau di dekatkan, tidak akan pernah bisa bersatu.

***

Rupanya, tanpa dia, aku masih bisa tertawa setiap harinya... masih bisa merasakan air, udara, dan nafas tanpa takut kekesakan meliputi diriku..
Rupanya, tanpa dia, hidupku terasa jauh lebih normal walaupun kadang-kadang masih sering terselip kenangan di dalam hidupku. Rupanya kesedihanku yang tiada tara sudah di jawab oleh-Nya. Ia menyuruhku untuk tidak lagi merasa resah dan sedih.
Rupanya masih banuak relung hati yang hancur karena CINTA. Masih banyak keputusasaan yang terjadi bukan hanya padaku.
Intinya... sampai sekarang, detik ini, saat ini.. kau masih bisa melihatku hidup, ceria, dan menjalani seluruh sisa waktuku dengan baik.

***

Betapa bahagianya menatapmu begitu bahagia di hari ulang tahunmu. Aku senang melihat senyummu yang terlihat berbeda hari ini. Tadi juga sekilas aku memegang tanganmu. Sekilas.. tapi hatiku tidak henti-hentinya berdebar sampai sekarang.
Ya Tuhan.. mengapa pengaruh dia dalam diriku masih begitu besar? Kenapa hanya dengan masalah sepele seperti menggenggam tangannya, bisa menarikku kembali ke ingatanku hari ini bahwa ia telah melepaskanku?

***

Tersenyum sendiri membayangkan hal-hal lalu yang pernah terjadi. Keinginan untuk membalikkan waktu dan menghentikannya untuk sejenak agar aku mampu mengenang hal-hal yang aku rindukan. Indah tapi pasti ada yang menyakitkan. Tidak. Sampai kapanpun, bagaimanapun... Itu tidak akan pernah berubah. Sakit yang pernah di rasakan, indahnya saat kita akhirnya bisa memaafkan, cinta yang pernah di berikan.. semuanya tidak akan mampu hilang begitu saja. Hanya saja.. suatu saat nanti saat aku kembali membayangkannya, hal-hal tersebut tidak akan lagi memberikan efek besar dalam hidupku.. hal itu hanya akan menjadi kenangan yang pernah singgah dalam hidupku.

***

September 25, 2011

Memories Of Love 4 (Fiction Version)

Satu hal.. Satu hal yang baru saja terungkapkan dari seseorang yang dulu pernah singgah di hati Clara.
Satu hal yang tidak mungkin Clara lupakan karena adanya suatu kesaksian yang tidak pernah di ungkapkan oleh seseorang itu sebelumnya.
Satu hal yang membuat Clara terdiam.. kaget.. dan tidak percaya akan penglihatannya saat ia membaca tulisan seseorang tersebut.
Satu hal yang sempat terlupakan..
Trefio. Seseorang yang jauh.. berbeda.. yang awalnya sama sekali tidak di kenal Clara. Seseorang yang berhasil dekat dengan Clara lewat dunia maya. Dunia tulisan. Bukan tatap muka. Seseorang yang kesepian, yang membutuhkan teman. Butuh seseorang lainnya. Seseorang yang ingin menjadikan Clara sosok yang dekat dengannya.
Malam itu.. akhirnya ia membuka suara. Membeberkan semua yang dulu tidak sempat terungkap.
Trefio dekat dengan gadis lain sebelum dan sesudah mengenal Clara. Gadis yang menurut Clara sampai kapanpun tidak akan bisa di singkirkan dari kehidupan Trefio. Gadis yang jauh... jauh.. jauh lebih berharga di mata Trefio di bandingkan dengan Clara. Gadis yang cantik.. Lembut.. dan sangat beruntung mendapatkan Trefio. Riesya.
Clara bertemu dengan Trefio di tahun kedua saat mereka duduk di bangku sekolah. Clara yang memang ingin mencari teman sebanyak-banyak nya berusaha untuk mendekati Trefio yang sangat.. angkuh dan pendiam.
Clara menyadari dan mengakui karena keagresifannya lah ia dapat berhubungan dengan Trefio. Walaupun hanya lewat dunia maya. Walau begitu, Clara larut di dalamnya dalam tahun-tahun nya berada di tahun kedua bersekolah.
Trefio mencari Clara malam itu. Malam dimana keduanya terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh. Mereka bercerita sampai hampir larut malam.
Kejujuran baru yang di buat oleh Trefio saat ia mengatakan... “Kamu tau kenapa aku memilih Riesya dan berhubungan dengannya? Because of You in relationship with Cleo. I Think i lost you. If there a chance I don't wanna lose another one. That's why..”
That’s why.. Trefior choose Riesya. Batin Clara. Dua bulan setelah Cleo dan Clara berhubungan... Trefio memilih untuk berhubungan pula dengan Riesya.

Dear Trefio,
Terima kasih untuk semua kejujuran yang baru sempat terungkapkan. Terima kasih atas pengakuan indah yang telah di nyatakan. Terima kasih karena akhirnya, walau terpisahkan oleh jarak dan waktu, masih ada komunikasi di antara kita. Terima kasih untuk kesediannya dalam menemaniku berbagi cerita dan kesulitan yang pernah ku hadapi.
Kau sahabat ku.. sahabat terbaikku Trefio..

Temanmu,
Clara

Template by:

Free Blog Templates